Kamis, 07 Agustus 2014

Penemuan Makam Raja China yang Berusia 2100 Tahun

Sebuah makam yang luas yang dibangun untuk seorang raja 2.100 tahun lalu telah ditemukan di Cina. Para Arkeolog menemukan banyak harta berharga, dari artefak batu giok dan alat musik hingga kereta-kereta model berukuran sebenarnya yang dihiasi serta senjata-senjata, yang dikuburkan dengan Raja Liu Fei di daerah yang sekarang bernama Xuyi County.


Foto dari atas: Musoleum ini berisi tiga makam serta lubang/ruang tempat penyimpanan kereta model dan senjata, di mana arkeolog menemukan lebih dari 10.000 artefak berharga. Makam Liu Fei ditampilkan di bagian bawah

Liu Fei memerintah kerajaan Jiangdu - bagian dari Kekaisaran Cina - selama 26 tahun sebelum meninggal di 128 SM.

Diperkirakan bahwa makam tersebut telah lama dijarah, tetapi arkeolog masih menemukan lebih dari 10.000 artefak, beberapa di antaranya dibuat dari emas, perak dan batu giok.

Penggalian dari makam, yang terdiri dari tiga makam serta lubang-lubang (ruang) tempat kereta model dan senjata, dilakukan antara tahun 2009 dan 2011, LiveScience melaporkan.

Xuyi County di Jiangsu (ditandai pada peta)

Menurut jurnal Arkeologi Cina, tim dari Museum Nanjing meneliti sisa-sisa parit yang mengelilingi kompleks, yang dibangun sepanjang 490 meter.

Mereka bekerja dengan cepat untuk mendokumentasikan situs, karena kata mereka situs tersebut rentan terhadap penggalian.

Sebuah gundukan besar pernah melindungi makam raja, yang memiliki dua poros yang mengarah ke ruang pemakaman yang lapang berukuran 35 kali 26 meter. Isinya barang-barang yang cocok untuk seorang raja di akhirat nya, para arkeolog menjelaskan.

Teks sejarah menceritakan gaya hidup mewah raja, jadi tidak begitu mengejutkan bagi para arkeolog bahwa raja tersebut telah dikuburkan di lingkungan mewah seperti itu.

 Batu Mulia dan kelinci emas dari Makam Liu Fei

Patung gajah perunggu berlapis emas, (foto kiri) yang ditemukan di makam Liu Fei ini, menunjukkan gajah dan pengendaranya. Selama abad kedua SM China melakukan kontak dengan kelompok-kelompok di Asia Tenggara di mana gajah dapat ditemukan. Figurine lain adalah badak dan pawangnya (kanan).

Makam Liu Fei sendiri mengandung sekitar 8.000 artefak, termasuk harta yang terbuat dari emas, perak, batu giok dan lacquer. Dua lampu perunggu dalam bentuk rusa (foto kiri) yang disepuh dengan emas. Seekor Naga  (foto kanan) yang terbuat dari perunggu dan dihiasi dengan perak, juga ditemukan di makam Liu Fei


Senjata ditemukan di ruang pemakaman termasuk pedang besi, busur, pisau dan lebih dari 20 kereta model, bersama instrumen seperti lonceng dan suku cadang untuk instrumen dawai yang disebut sitar.

Karena, menurut tradisi kuno, raja membutuhkan kekayaan di akhirat, maka terut ditimbun 100.000 koin yang tiap koin memiliki lubang persegi di tengahnya, dikuburkan bersama dengannya. Koin-koin banliang dibuat oleh kaisar pertama Cina.

Ini adalah makam Liu Fei,penguasa kerajaan Jiangdu 
di Kekaisaran Cina.
Lampu-lampu berbentuk rusa ditemukan di bagian lain dari ruangan serta baskom perak, sementara daerah lain, diatur seperti dapur, melayani kebutuhan makanan raja di akhirat.

Kuali, guci anggur, tripod, kendi dan cangkir juga ditemukan serta kerang, tulang dan biji, menunjukkan makanan raja.

Meskipun begitu banyak artefak yang selamat dari penjarahan masa lalu, namun tubuh raja tidak ditemukan di dalam kubur dan peti mati nya rusak.

'Dekat peti mati banyak potongan-potongan batu giok dan fragmen, awalnya bagian dari jenis giok pemakaman, ditemukan. Potongan-potongan ini juga menunjukkan bahwa bagian dalam peti mati awalnya dipernis dan dihiasi dengan plakat giok yang berkelas,  tulis para arkeolog dalam jurnal.

Dari ruang pemakaman utama, ruang-ruang lainnya ditemukan dengan tumpukan senjata seperti pedang dan perisai, serta dua ruang kereta.

Satu berisi lima kereta model seukuran aslinya, terbuat dari kayu berukir dan dipernis. Beberapa bagian dari kereta dihiasi dengan emas dan perak.

Makam yang dijarah lainnya juga ditemukan, yang mungkin saja milik seseorang dengan status yang tinggi. Sebuah peti mati giok yang telah rusak adalah satu-satunya dari jenisnya yang pernah ditemukan di Cina.

Para arkeolog menemukan makam kedua berdekatan dengan raja. Sebuah peti mati giok (foto) adalah penemuan yang paling penting. Ini adalah satu-satunya yang utuh dari jenisnya yang pernah ditemukan


Baca Juga:





Rabu, 06 Agustus 2014

Gejala-Gejala Psikopat

Perilaku kanak-kanak sangat memengaruhi kepribadian seseorang saat dewasa. Ketika anak gemar melakukan kekerasan, suka menggunakan kata-kata manis untuk mendapatkan keinginannya tetapi berlaku kasar saat tak tercapai, orangtua perlu waspada. Itu adalah sebagian gejala perilaku gangguan kepribadian dissosial atau psikopati



Gangguan kepribadian dissosial (GKDS) atau antisocial personality disorder adalah terminologi baru untuk gangguan psikopati. Gejala gangguan ini bisa muncul sejak anak berumur kurang dari lima tahun, maka cermatilah gejala gangguan psikopati.

Gangguan kepribadian itu dipicu adanya perbedaan besar antara perilaku seseorang dan norma yang berlaku. Penderita GKDS tak peduli dengan aturan atau kewajiban sosial. Perilakunya tak bertanggung jawab dan cenderung menyalahkan orang lain.

Mereka juga mudah frustrasi, gampang melakukan kekerasan, tak punya rasa bersalah, dan tak mampu mengambil pelajaran, bahkan dari hukuman. Akibatnya, ia bisa melakukan hal kejam berulang-ulang.

Orang dengan GKDS juga tak bisa berempati, tak peduli perasaan orang lain, dan hati nuraninya hampir mati. Mereka adalah pribadi yang amat egosentris dan emosinya dangkal. Akibatnya, ia tak mampu memelihara hubungan yang langgeng meski sebenarnya tak sulit melakukannya.

Penampilan fisik penderita GKDS atau psikopat sama seperti orang pada umumnya. Namun, perilaku dan cara berpikirnya amat kaku.

Kaku dengan teguh pendirian atau berprinsip itu dua hal berbeda. Orang yang berprinsip tetap bisa luwes dan menerima masukan orang lain. Adapun orang yang kaku sulit menerima dan menghargai perbedaan.

Dari gejala GKDS itu, perilaku yang mudah dilihat pada anak yang berpotensi mengalami gangguan ini antara lain suka melakukan hal berbahaya, senang melanggar hak orang, atau ketika minta maaf tak tulus. Mereka juga suka menyiksa atau membunuh binatang dengan kejam, merusak perabotan, atau membakar barang.

Mereka juga gemar melakukan kebohongan manipulatif, memanipulasi orang lain untuk kepentingan pribadi serta impulsif atau bertindak menurut gerak hati tanpa pikir panjang.

Meski gejalanya muncul sejak kanak-kanak, diagnosis gangguan itu baru bisa ditegakkan saat seseorang telah berusia 18 tahun. Orang yang menunjukkan perilaku GKDS tak bisa langsung dicap sebagai psikopat. Butuh diagnosis khusus dan pengamatan jangka panjang terhadap penderita.

Mendiagnosis penderita GKDS juga bukan perkara mudah. Penderita umumnya manis tutur katanya, pintar bicara dan persuasif tetapi manipulatif. Mereka biasanya memiliki tingkat kecerdasan intelektual (IQ) tinggi. Psikiater atau psikolog harus ekstra hati-hati karena bisa justru menjadi korban manipulasi mereka.



Multifaktor
Munculnya gangguan itu dipicu banyak faktor. Salah satunya adalah persoalan genetika yang diturunkan atau ada kerusakan pada otak.

Kent A Kiehl dan Joshua W Buckholtz dalam Inside the Mind of a Psychopath di Scientific American Mind, September/Oktober 2010 menulis, otak psikopat memproses informasi secara berbeda dibandingkan dengan orang lain. Kondisi itu memengaruhi kemampuan mereka merasakan emosi, membaca isyarat orang lain, atau belajar dari kesalahan.

GKDS juga bisa dipicu faktor psikologis. Anak korban kekerasan atau tinggal di lingkungan penuh kekerasan bisa mengalami gangguan itu. GKDS juga bisa terpicu dari relasi penderita dengan orang lain, baik keluarga, teman, atau lingkungan, juga rentan menderita gangguan. Pola asuh yang salah bisa menimbulkan GKDS.



Skizofrenia
Masyarakat awam sering menyebut psikopat sebagai orang gila. Pemadanan itu salah karena yang dianggap sebagai orang gila itu sebenarnya adalah penderita skizofrenia.

Penderita skizofrenia mengalami hambatan berpikir, perasaan dan perilaku yang tak sesuai realitas. Gejala skizofrenia biasanya baru muncul saat seseorang sudah beranjak dewasa, bukan sejak anak-anak seperti GKDS.

Penderita skizofrenia tak menyadari apa yang dilakukan. Akibatnya, ia tak mampu menimbang baik-buruk, tak sadar dengan apa yang dilakukan, tak punya tujuan dari tindakannya, bahkan tak sadar dengan dirinya.

Kondisi berkebalikan terjadi pada seorang psikopat atau penderita GKDS. Mereka sadar dengan dirinya dan orang lain, sadar dengan apa yang dilakukan, dan tujuan tindakannya adalah untuk keuntungan dirinya.

Skizofrenia jauh lebih mudah dideteksi serta diobati dan diterapi dibandingkan dengan GKDS. Adapun GKDS bersifat menetap dan hanya bisa dikelola dengan terapi intensif psikiater atau psikolog berpengalaman.

Obat bagi penderita GKDS hanya digunakan untuk mengatasi gejala amat parah. Namun, obat itu tak bisa membuatnya menjadi seperti orang normal. Walau GKDS menimbulkan parut di jiwa penderita, tetapi ia masih bisa diperhalus agar tak bertambah parah. Namun, cacatnya tetap akan ada.

Dalam hukum pidana, penderita skizofrenia biasanya tidak dihukum. Sementara dalam hukum agama, mereka umumnya dibebaskan dari sejumlah kewajiban agama. Namun, seorang psikopat bisa dijatuhi hukuman.



Kepemimpinan
Prevalensi penderita GKDS di dunia diperkirakan 0,5 - 1 persen. Sebagian besar di antara mereka justru bukan pembunuh dingin sadis yang ada dalam penjara seperti dalam gambaran film atau novel, melainkan justru aktif di masyarakat dan bekerja dalam berbagai profesi.

Eric Barker dalam Which Professions Have the Most Psychopath? The Fewest? di Time.com, 21 Maret 2014, menyebut tiga profesi yang banyak digeluti penderita GKDS adalah pejabat eksekutif tertinggi (CEO), pengacara, dan pekerja media elektronik.

Prevalensi psikopat pada kelompok pejabat eksekutif tertinggi, yakni empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi di masyarakat umum.

Sejumlah pemimpin dunia pun teridentifikasi sebagai psikopat. Mereka umumnya adalah pemimpin negara yang gemar mengobarkan peperangan, menebar kebencian, hingga membunuh jutaan manusia, termasuk rakyatnya tanpa rasa bersalah.

Contoh paling sering disebut sebagai pemimpin yang psikopat adalah pemimpin Nazi, Adolf Hitler. Bahkan, psikiater Kanada, Phillip W Long, menyebut Hittler tidak hanya menderita GKDS, tetapi juga paranoid (curiga dan tak percaya orang lain) dan narsistik (mengagungkan diri berlebih).


Sebaliknya, pemimpin yang sering dicontohkan berkebalikan dengan karakter psikopat adalah pemimpin rakyat India, Mahatma Gandhi, tokoh yang sederhana, merakyat, dan pejuang tanpa kekerasan.

Terkadang agresivitas diperlukan dalam sebuah kepemimpinan. Penderita GKDS biasanya mempesona, penuh daya tarik, luwes, dan mudah mempengaruhi orang lain. Karakter itu membuat seorang psikopat biasanya memiliki banyak pengikut dan pengagum.

Saat menjadi pemimpin dan melakukan kesalahan, penderita GKDS mampu menawarkan penjelasan yang seolah-olah masuk akal sehingga ia bisa terlepas dari tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah. Bawahan atau rakyat yang terpesona pun akan mudah memaafkannya, bahkan terus mengagung-agungkannya.

Namun, rakyat atau bawahan yang terpesona dengan karisma dan kata-kata pemimpin yang menderita GKDS itu akan sulit menumbuhkan motivasi untuk maju. Kepemimpinan pemimpin yang psikopat sulit menciptakan suasana adil dan setara karena semua komando dan kekuasaan ada di tangan pemimpin.

Pemimpin dengan GKDS tak mau mendengar pendapat berbeda dan akan melakukan apa pun agar orang setuju dengannya. Rakyat atau bawahan tak boleh membantah jika tidak ingin menjadi korban agresivitas pemimpinnya.

Kondisi itu membuat tak akan ada persaingan sehat dalam dunia politik karena semua lawan politik akan ditekan, diberi sanksi, bahkan dibasmi oleh sang pemimpin psikopat.





Source

Selasa, 05 Agustus 2014

Nazca Lines yang Baru Ditemukan

Seorang pilot yang terbang di atas gurun Nazca di Peru telah menemukan geoglyphs besar yang diyakini berusia hampir 2.000 tahun - dan mungkin memberikan petunjuk baru mengenai orang-orang Nazca kuno.


Garis-garis Nazca baru yang tersingkap setelah anginin kencang dan badai pasir melanda di wilayah tersebut dan peneliti percaya geoglyph ini menunjukkan camelid (kiri atas) dan burung tak dikenal (kanan bawah).

"Garis-Garis Nazca" baru ini rupanya tersingkap oleh badai pasir yang baru-baru ini melanda daerah tersebut dan tampaklah figur-figur seperti ular sepanjang sekitar 200 kaki, garis zigzag besar, dan burung raksasa.

Pilot dan peneliti Eduardo Herrán Gómez de la Torre, yang membuat penemuan pada akhir Juli lalu, mengatakan kepada surat kabar Peru El Comercio bahwa desain itu mungkin telah diciptakan oleh Paracas, budaya prasejarah yang memerintah Peru selatan dari sekitar 800 SM hingga 100 SM, mendahului budaya Nazca, yang memerintah wilayah tersebut dari 100 SM hingga 800 M. Paracas dikenal karena seni dan tekstil indah mereka.

Sementara ilmuwan yang dihubungi oleh El Comerico mengatakan mereka mencurigai geoglyphs diciptakan selama periode transisi antara budaya Paracas dan Nazca, para arkeolog masih perlu mengkonfirmasi asal desain tersebut.

Geoglyph lainnya yang sebelumnya tak terlihat kini muncul dan memperlihatkan figur ular sepanjang 60 meteran. Penemuan ini dilakukan oleh pilot Eduardo Herrán Gómez de la Torre saat ia terbang di atas bukit-bukit Pampas de Jumana

Garis-garis Nazca meliputi wilayah seluas sekitar 280 mil persegi di dataran pesisir Peru dan diciptakan antara 500 SM hingga 500 M. Biasanya menggambarkan hewan, tumbuhan, dan desain geometris, mereka diyakini telah memiliki "fungsi astronomis ritual." Namun menurut Edward Ranney, desain-desain tersebut mungkin telah melayani tujuan yang berbeda.

"Meskipun tujuan mereka tidak secara definitif diketahui, desainnya jelas melayani tujuan upacara, dan terus-menerus digunakan dan diciptakan selama beberapa abad, mungkin untuk menghormati gunung suci dan sumber air," kata Ranney dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan blog seni PetaPixel. "Sebelumnya diperkirakan bahwa garis-garis nazca selaras secara astronomis dan penanggalan, yang mungkin benar dalam beberapa kasus, tapi sekarang gagasan itu tidak diterima secara luas."

Apapun fungsi mereka, Garis-Garis Nazca dan geoglyphs membentuk prestasi seni yang unik dan megah yang tak tertandingi dalam dimensi dan keragaman di mana saja di dunia prasejarah.


Baca Juga:





Source

Senin, 04 Agustus 2014

Kota Benteng Erbil

Di jantung kota Erbil, di daerah Kurdistan Irak, terletak sebuah gundukan kuno bumi setinggi sekitar 25 sampai 30 meter dari dataran sekitarnya. Di atas gundukan ini terletak salah satu kota tertua di dunia. Dikenal sebagai Citadel of Erbil atau Benteng Erbil, kota yang seakan bertembok ini, luasnya sekitar 102.000 meter persegi di daerah puncak gundukan dan terus menerus dihuni setidaknya sejak milenium ke-5 SM, dan mungkin lebih awal lagi. Struktur warna kuning oker nya yang mengesankan dengan dinding perimeter padat adalah salah satu pengalaman visual yang paling dramatis di Timur Tengah.



Gundukan menjulang dengan sudut 45 derajat hingga mencapai dinding perimeter yang terdiri dari fasad sekitar 100 rumah yang dibangun berdampingan satu sama lain. Rumah-rumah ini berdekatan dan membentuk dinding yang kokoh sangat mirip dengan benteng-benteng yang difortifikasi atau abad pertengahan. Tiga landai, terletak di lereng utara, timur dan selatan gundukan itu, mengarah ke gerbang di ring luar rumah. Awalnya, hanya ada satu landai - lereng selatan Yang mengarah ke gerbang masuk besar dan melengkung. Gerbang awalnya mengarah ke tempat terbuka berbentuk persegi kecil yang pada gilirannya, bercabang ke empat lorong-lorong utama dan semuanya bercabang ke segala arah seperti pohon.


Kota ini sebagian besar dihuni oleh rumah-rumah tradisional dengan beberapa bangunan publik yang dicapai melalui labirin lorong-lorong sempit.

Meskipun cukup kecil, citadel ini pernah dibagi menjadi tiga distrik atau mahallas: Serai, Takya dan Topkhana. Serai diduduki oleh keluarga kaya, distrik Takya sebagai tempat darwis yang disebut takyas, dan distrik Topkhana tempat para pengrajin dan petani.

Selama tahun 1920 ada sekitar 500 rumah di dalam benteng. Jumlah penduduk secara bertahap menurun selama abad ke-20 seiring kota di kaki citadel tumbuh dan berkembang dan penduduk kaya pindah ke rumah-rumah modern dengan taman yang lebih besar. Menurut sensus tahun 1995, sekitar 1.600 penduduk tinggal di 247 rumah di citadel.


Pemerintah Daerah Kurdistan telah mengakui pentingnya permata arsitektur ini, dan saat ini bekerja sama dengan UNESCO untuk melestarikan dan mengembalikan tanah ini. Pada tahun 2007, citadel dibersihkan dari warga sehingga pekerjaan konstruksi dapat dilakukan untuk proyek restorasi. Satu keluarga diizinkan untuk melanjutkan hidup di citadel untuk memastikan bahwa tidak akan ada kerusakan lagi pada situs yang telah dihuni selama 8.000 tahun terus menerus ini, dan pemerintah berencana untuk mengijinkan 50 keluarga lagi untuk tinggal di sini paska direnovasi.












Baca Juga:





Source

Pozo de las Animas - Tempat di Mana Jiwa-Jiwa Menangis

Pozo de las Animas atau "Well of Souls" adalah sepasang lubang sinkhole yang spektakuler yang terletak di provinsi Mendoza, di Argentina, dekat jalan Provinsi Route 222, desa Los Molles. Kedua lubang-lubang ini diciptakan oleh runtuhnya void bawah tanah yang terjadi karena disolusi endapan gipsum oleh air tanah. Lubang-lubang tersebut dipisahkan satu sama lain oleh dinding tipis yang mudah runtuh, dan diasumsikan bahwa dalam tahun-tahun yang akan datang, akhirnya dinding tersebut akan terkikis habis dan kedua lubang akan menjadi satu.



The sinkhole Utara memiliki sisi curam yang mudah runtuh sehingga berbahaya untuk mendekati pinggirannya. Sinkhole ini berdiameter kira-kira 300 m menemukan dan berkedalaman 101 m, serta bagian bawahnya diisi oleh air hingga sedalam 21 m. Sinkhole Selatan diameternya sekitar lebih dari 300 m, namun secara visual kurang mengesankan. Lereng sinkhole ini kurang curam dan ditutupi dengan vegetasi yang jarang. Ada danau biru muda kecil di bagian bawah sinkhole ini. Level air dan ukuran danau berubah.


Nama lubang-lubang ini berasal dari sebuah legenda lokal kuno yang menceritakan bahwa sekelompok Indian sedang dikejar oleh kelompok saingan. Saat malam datang, para pengejar tidak bisa melihat musuh-musuh yang mereka kejar lagi dan kemudian mereka kembali ke rumah mereka. Keesokan harinya mereka kembali untuk mencari musuh-musuh mereka dan mencapai tempat kejadian, setelah mendengar erangan dan jeritan minta tolong. Mereka terkejut melihat musuh-musuh mereka sedang sekarat di dasar dua lubang besar, dan akhirnya ditelan oleh air yang ada di dasar lubang-lubang tersebut. Sejat saat itu kedua lubang tersebut dijuluki sebagai "tempat di mana jiwa-jiwa menangis" dan merupakan tempat ibadah bagi penduduk lokal.











Baca Juga:






Source

Sabtu, 02 Agustus 2014

'Polusi' di Planet Bumi Masa Lalu

Kali ini AMJG akan bercerita tentang sebuah 'bencana' yang pernah terjadi di masa lalu. Ya, bencana ini memang sangat monumental, kiamat dalam skala global, dan salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah Bumi.

Ini dimulai sekitar 2,5 miliar tahun yang lalu (meskipun ada pendapat yang berbeda). Bumi waktu itu sangat berbeda dari sekarang. Tidak ada tanaman berdaun, tidak ada hewan, tidak ada serangga. Meskipun mungkin ada beberapa kehidupan bakteri di darat, namun lautan lah yang penuh dengan kehidupan, dan kehidupan atau mahluk hidup yang ada waktu itu, jauh lebih sederhana daripada sekarang ini. Sebagian besar bakteri yang berkembang di Bumi adalah anaerobik, yang tidak memerlukan oksigen untuk tumbuh.

Tapi kemudian muncul bentuk kehidupan yang baru, dan beberapa hal pun mulai berubah. Kehidupan baru ini datang dalam bentuk cyanobacteria, kadang-kadang disebut ganggang biru-hijau.

Cyanobacteria fotosintetik. Mereka mengkonversi sinar matahari menjadi energi dan menghasilkan oksigen sebagai produk limbah. Saat itu, atmosfer bumi tidak memiliki oksigen bebas di dalamnya seperti halnya hari ini. Oksigen yang ada waktu itu dikurung dalam molekul air, atau terikat pada besi dalam mineral.

Cyanobacteria modern, diperbesar 2400x. Nenek moyang jauh dari tanaman ini mengubah seluruh planet.

Cyanobacteria merubahnya, meskipun secara bertahap. Pada awalnya: Untuk sementara, karena mereka menghasilkan oksigen bebas sebagai limbah mereka, besi dan mineral akan mengikatnya dan lingkungan atau alam dapat mengimbangi produksi oksigen yang dihasilkan oleh cyanobacteria ini.

Namun seiring berkembangnya cyanobacteria yang meluas hingga penjuru bumi, mineral dan lainnya menjadi jenuh Mereka tidak bisa lagi menyerap oksigen yang diproduksi. Oksigen-oksigen pun menjadi tersedia di air dan di udara. Untuk bakteri lain yang hidup di laut, bakteri anaerob, ingat-oksigen adalah racun bagi mereka. Cyanobacteria secara harfiah bernapas dalam racun.

Sebuah kematian besar pun dimulai, kepunahan massal spesies yang tak terhitung jumlahnya membunuh bakteri. Ini adalah peristiwa Oksigenasi skala besar. Tapi ada yang lebih buruk lagi yang datang kemudian.

Sampai di titik ini, atmosfer tidak memiliki molekul reaktif. Tapi seiring kelimpahan oksigen meningkat, sebagian darinya bergabung dengan metana untuk menciptakan karbon dioksida. Metana adalah gas rumah kaca yang jauh lebih efisien daripada CO2, dan metana ini menjaga planet bumi tetap hangat. Karena jumlahnya menurun, Bumi pun menjadi terdinginkan. Hal ini memicu peristiwa glasiasi besar, zaman es global yang mengunci planet dalam cengkeramannya.

Keadaan menjadi begitu buruk, cyanobacteria sendiri terancam. Jumlah mereka sendiri turun, bersama dengan hampir semua kehidupan lain di Bumi. Kepunahan massal yang mengikutinya pun meluas.

Tapi ada pengecualian: Beberapa organisme dapat menggunakan oksigen dalam proses metabolisme mereka sendiri. Menggabungkan oksigen dengan molekul lain dapat melepaskan energi, energi yang banyak, dan energi yang berguna. Ini memungkinkan tanaman mikroskopis ini untuk tumbuh lebih cepat, berkembang biak lebih cepat, dan hidup lebih cepat.

Spesies anaerobik pun menurun drastis, tergantikan dengan tanaman yang membakar oksigen, yang makmur di lingkungan yang baru ini. Tentu saja, anaerob tidak lenyap dari bumi, tetapi mereka terdesak ke lingkungan dengan oksigen yang rendah seperti dasar laut. Mereka tidak lagi merupakan bentuk kehidupan yang dominan di Bumi.

Peristiwa ini mungkin adalah kepunahanan massal yang pertama yang terjadi di planet kita, dan dampaknya bergema melalui ribuan tahun (dan tentu saja ada cukup banyak detail untuk cerita ini). Sampai hari ini, atmosfer kita kaya oksigen, dengan sebagian besar kehidupan multisel di Bumi diturunkan dari mahluk yang bernapas dengan oksigen, dan bukan anaerob.

Dari kisah singkat diatas, perhatikanlah, bukankah ini mirip dengan manusia saat ini? Sebuah bentuk kehidupan yang dominan di Bumi, menyebar ke pelosok dunia, memompa keluar sejumlah besar 'polusi', yang menyebabkan perubahan lingkungan pada skala planet, yang akhirnya menentukan nasib mereka. Bedanya adalah, cyanobacteria tidak akan mampu berhenti bahkan jika mereka tahu apa yang mereka lakukan, bahkan jika mereka telah diperingatkan jauh jauh di muka akan efek dari yang mereka menciptakan. Sedangkan manusia, mampu melakukan perubahan sebelum efek dari apa yang kita ciptakan menghapus eksistensi kita di muka bumi.



Badai Besar Matahari yang Luput Mengenai Bumi

Pada bulan Juli 2012 Bumi terhindar dari 'peluru'. Atau lebih tepatnya, 'peluru' itu meleset. Jika 'peluru' tersebut mengenai kita, maka kita akan berada dalam kesulitan besar.

'Peluru' dalam kasus ini adalah badai matahari, letusan satu miliar ton plasma meledak keluar dari Matahari. Peristiwa semacam ini - yang disebut coronal mass ejection, atau CME - sebenarnya relatif umum. Tapi CME khusus ini adalah sebuah monster ... pada kenyataannya, itu mungkin salah satu yang paling kuat yang pernah dilihat.


Ya, inilah salah satu peristiwa astronomi yang perlu kita khawatirkan. Mengapa? Karena ukuran badai 2012 ini cukup besar untuk menyebabkan pemadaman yang luas yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan, dan dapat merusak satelit-satelit kita yang saat ini kita selalu bergantung pada mereka.

Meskipun kita (bumi) luput dari hantaman badai hebat ini, namun badai ini menghantam satelit yang mengorbit matahari yang disebut STEREO A, yang merekam semuanya. Berikut adalah video yang menunjukkan peristiwa tersebut yang juga terlihat dari pesawat ruang angkasa yang berbeda (segmen yang berbeda dijelaskan pada video)


Bagian di 00:20 cukup membuat kita bergidik. Semua titik-tik putih mirip salju yang kita lihat sebenarnya adalah hasil dari partikel subatomik yang tak terhitung jumlahnya menghantam STEREO A pada sekitar 1% kecepatan cahaya. Itu sangat cepat.

Jadi apa yang terjadi di sini? Dan apakah peristiwa ini benar-benar berbahaya?

Jawaban versi cepat dari pertanyaan diatas adalah bahwa: Matahari memiliki medan magnet yang sangat rumit. Di dalam Matahari ada paket besar plasma panas (gas dengan elektron yang terlucuti) yang naik dari dalam. Gumpalan ini memiliki medan magnet internal mereka sendiri, dan seiring mereka naik ke permukaan, loop besar garis-garis medan magnet (mirip dengan apa yang kita lihat dalam diagram magnet batang) menembus permukaan. Loop ini membawa sejumlah besar energi bersamanya, dan biasanya membawa energi tersebut keatas loop dan kemudian kembali ke dalam Matahari

Tetapi jika sekelompok loop ini terjerat, mereka dapat berinteraksi dan terhubung satu sama lain, melepaskan energi mereka sekaligus. Ledakan yang dihasilkan mengkerdil seluruh persenjataan nuklir planet kita, dan inilah yang kita sebut sebagai suar surya. Kadang-kadang, hal ini dapat memicu pelepasan lebih besar dari energi di atmosfer luar matahari (korona). Itulah yang disebut dengan Coronal Mass Ejection CME). Gelembung partikel subatom dan energi yang meluas menyapu ke dalam tata surya, dan jika menghantam Bumi, dapat terhubung dengan medan magnet kita sendiri, menciptakan segala macam malapetaka.

Ledakan sengit partikel subatomik dapat 'menggoreng' satelit, dan dapat menyebabkan arus besar listrik jauh di dalam bumi. Hal ini pada gilirannya dapat menciptakan gelombang energi yang dapat menyebabkan pemadaman; seperti yang pernah terjadi pada tahun 1989, meledakkan transformer di AS dan menyebabkan pemadaman di Quebec.

Badai matahari yang terbesar yang pernah menghantam bumi adalah yang terjadi pada tahun 1859 yang disebut Carrington Event. Badai yang sangat kuat itu meledakkan telegraf di seluruh AS, dan menyebabkan aurora di seluruh planet ini.

Daniel Baker, seorang astronom surya di University of Colorado, memperkirakan bahwa badai Juli 2012 setidaknya sekuat badai Carrington Event. Dan jika badai tersebut mengenai kita, maka hasilnya adalah bencana yang lebih besar dibandingkan tahun 1859. Ya, Jika CME 2012 ini mengenai kita, maka akan terjadi bencana global.


Banyak satelit yang akan terbakar, peralatan elektronik mereka korslet. Itu saja berarti kita akan kehilangan miliaran dolar dalam aset ruang angkasa, belum lagi hilangnya komunikasi internasional, prediksi cuaca, dan semua sistem penting lainnya yang bergantung pada satelit.

Di darat, akan ada pemadaman listrik yang luas. Transformer besar pasti sudah hancur oleh arus besar yang mengalir melalui mereka disebabkan oleh badai. Akan butuh waktu berbulan-bulan untuk mengganti atau memperbaiki Transformator ini; bayangkan sebagian besar masarakat dunia akan tanpa listrik selama beberapa bulan.

Transformator yang rusak akibat badai matahari tahun 1989

Jadi ini bukan bercanda,peristiwa seperti ini akan sangat, sangat buruk akibatnya. dan Alhamdulillah kita terhindar darinya di tahun 2012 lalu.

Namun sebuah studi memperkirakan kemungkinan Bumi tertabrak badai serupa dalam sepuluh tahun ke depan 2012 - 2022 adalah sebesar 12%. Ini tentu tidak membuat kita nyaman. Meskipun kita tidak dapat berbuat apa-apa untuk mencegah badai seperti itu terjadi di matahari, namun setidaknya kita dapat mengurangi kerusakan yang dapat mereka sebabkan. Misalnya Satelit dapat dibuat untuk melawan efek dari badai tersebut, juga untuk jaringan listrik dapat dirancang dan dibangun untuk membawa atau menghilangkan arus ekstra yang dihasilkan oleh CME besar.


Baca Juga:




Sumber: NASA